Macam-macam investasi, manakah yang terbaik?

1 investasi

Investasi itu intinya gimana caranya kita punya uang misal Rp10000 hari ini bisa dipake buat beli gado-gado, maka 3 tahun kedepan uang Rp10000 itu masih bisa dipake buat beli gado. Tahun ini harga gado-gado seporsi Rp10000, bisa saja 3 tahun kedepan harga gado-gado ternyata naik jadi Rp12000. Kenaikan harga ini disebut inflasi, oleh karena itu yang tadinya Rp10000 dapet seporsi gado-gado, 3 tahun kedepan nggak dapet gado-gado lagi karena nilai uangnya “menurun”.

Jadi dengan melakukan investasi, harapannya misal sekarang punya uang Rp10000 bisa buat beli gado-gado, ya 3 tahun kedepan atau dikemudian hari masih dapat dipake buat beli gado-gado dengan mempertahankan nilainya atau malah tumbuh lebih besar mengalahkan inflasi. Katakanlah inflasi di Indonesia kisaran 5-10% per tahun, kalau kita hanya menyimpan uang di tabungan bank, bunganya kecil bree.. Tabungan bank umumnya paling kisaran 2% saja ditambah biaya administrasi bulanan, bahkan yang saldonya <10jt atau <5jt nggak ada bunganya. Otomatis kalo sekedar nabung di bank maka akan kalah dong pertumbuhannya dibanding inflasi.

Berikut adalah jenis-jenis investasi yang kiranya mampu buat mengalahkan inflasi. Secara garis besar, jenis-jenis investasi atau bahasa kerennya instrument investasi dibagi 2 jenis, yaitu pasar uang dan non pasar uang. Non pasar uang adalah investasi yang modelnya kita punya uang, kita belikan benda real yang terlihat seperti dibelikan emas, rumah, tanah, benda antik atau apalah gitu yang nilainya berpotensi untuk naik, sedangkan pasar uang itu uang dimasukan ke susuatu non benda seperti saham, deposito, reksadana atau surat-surat hutang yang diterbitkan suatu perusahaan atau pemerintah. Jadi sebenernya ada buanyak instrument investasi, dibawah nanti aku sebutin yang umum dipakai saja yaa.

Btw kalau mau investasi, pertama kali pasti bakal disuruh tentuin dulu investasinya berapa lama, tujuannya buat apa, dan profil resiko. Dari hal-hal tersebut digunakan untuk menentukan jenis investasi yang cocok dengan diri sampean. Misal profil resiko seseorang di kelompok konservatif alias cari aman nggak mau resiko, dengan jangka waktu investasi 1 tahun, buat nikah gitu misal.. maka bisa ambil deposito yang aman. Misal ada yang aggresif, mampu menahan resiko gede, bisa ke saham..dll.. Berikut jenis-jenisnya:

Deposito

Modelnya adalah kita menyimpan uang di bank dengan waktu tertentu dan mendapatkan bunga sesuai dengan produk deposito yang ditawarkan pihak bank. Bunga yang ditawarkan biasanya kisaran 6-5%, sedikit diatas inflasi biasanya. Rentang waktu penyimpanan misal 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun..dst.. Uang yang disimpan ini dapat digunakan oleh bank, makanya ‘resminya’ kita cuma dapat mengambilnya sesuai dengan waktu yang sudah disepakati, sebenernya bisa saja sih diambil sebelum waktunya tapi bakal kena denda. Jadi nggak terlalu liquid investasi jenis ini, tapi menurutku ini adalah investasi “paling aman”, karena apapun yang terjadi, entah ekonomi lesu atau apalah bank tetep bakal kasih bunga sesuai kesepakatan, ibaratnya nggak bakal minus. Btw di deposito ini nanti masih bakal kena pajak.

Emas

Harga emas tiap tahun katanya relatif naik “katanya”. Tapi aku masih inget di tahun 2013 harga emas turun parah, di tahun itu pula pertama kali aku belajar mengenai investasi dari temen-temen kerja..haha… Emas yang dimaksud disini adalah emas batangan, bukan emas perhiasan. Kenapa emas batangan? karena kalo emas perhiasan itu nilainya lebih mahal karena harga emas ditambah jasa pembuatan. Nilai emas dapat menjadi acuan, contohnya dari dulu sampe sekarang kalau mau beli kambing buat kurban ya dikisaran setara dengan emas 2-3 gram. Makanya emas biasanya dipake buat menjaga nilai. Ibaratnya misal tahun ini ada uang cukup buat beli beras 100Kg, dibelikan emas supaya 10 tahun kedepan masih bisa buat beli beras 100Kg atau lebih. Karakternya emas ini non pasar uang dan buat jangka panjang. Di jenis ini ada resiko turun harga, emas yang dibeli lupa naroh terus ilang..haha..

emas

Saham

Membeli saham berarti kita memiliki sebagian kepemilikan dari suatu perusahaan. Dulu bercandaan temen “naik maskapai punyaku aja, garuda indonesia punyaku tuh, lhawong aku punya saham disitu, walaupun kecil tapi kan statusnya tetep punya sebagian”..wkwk…

Ukurannya adalah per lembar saham, untuk transaksi ada ukuran 1 lot=100 lembar saham. Jadi model dapet untungnya adalah misal tahun ini kita beli 1 lot saham PT. Maju Mundur seharga Rp1000 per lembar saham=Rp 1jt, 5 tahun kemudian ternyata harga saham PT. Maju Mundur ini naik menjadi Rp2500, maka nilai saham ini misal kita jual kena di Rp2.5jt.

Selain untuk jangka panjang, saham bisa juga dimainkan secara cepat yaitu dengan memanfaatkan momentum yang pas. Jadi misal perusahaan pada suatu moment, ada berita PT. Rumah Rumahan dapet proyek dari pemerintah buat bikin rusun 100 unit, terus efeknya harga saham naik, beberapa saat kemudian ternyata ada berita masalah di perusahaan tersebut yang mengakibatkan harga sahamnya turun. Nah pergerakan saham naik turun berdasarkan berita ini bisa juga dimanfaatkan untuk jual-beli saham. Tentunya kalo model ini kita perlu pantengin berita.

Btw dulu ukuran 1 lot itu isinya 500 lembar saham, makanya dulu main saham itu terkesan mahal. Katakanlah mau beli saham Bank Membangun Negeri, harganya Rp. 2000 per lembar saham, maka buat beli 1 lot aja perlu modal Rp 10 jt. Sekarang (tepatnya per tahun 2014) ukuran 1 lot jadi 100 lembar saham doang, jd kalo mau beli-beli saham lebih terjangkau. Lagipula banyak juga saham-saham yang harganya dibawah seribu.

Reksadana

Nah ceritanya dulu karena kalo mau main saham itu mahal, perlu modal gede, perlu pantengin berita buat mainin sahamnya, maka muncullah reksadana. Konsepnya reksadana itu mengumpulkan dana dari banyak orang yang nantinya akan dikelola oleh Manager Investasi. Jadi kita tinggal setor uang aja ke Manager Investasi, udah deh nggak perlu mikir, yang mikir buat ngalokasiin uang ini ditaroh di saham kek, surat hutang kek, obligasi atau apalah itu pokoknya si Manager Investasi itu.

Oleh karena itu untuk reksadana cukup murah, mulai dari 100rb jg udah bisa buat buka reksadana. Untuk membeli reksadana bisa langsung ke manager investasi atau melalui bank-bank yang ditunjuk. Reksadana ini diawasi oleh OJK dan performanya dipantau sehingga aman-aman aja. Reksadana ini liquid juga, bisa dicairin sewaktu-waktu. Nanti deh aku jelasin lebih detail di post lain mengenai reksadana ini.

Performa tumbuh atau minusnya reksadana tergantung gimana manager investasi itu mengalokasikan uangnya. Ada beberapa jenis reksadana sih sebenernya mulai dari yang karakternya konservatif alias aman hingga yang aggresif. Misal yang aggresif ini biasanya uang akan banyak dialokasiin ke saham, makanya pergerakannya juga lumayan aggresif bisa naik turun atau bisa juga disebut high risk high return (karakternya saham nih). Jadi bisa dibilang juga di reksadana ini main momentum yang pas juga. Berikut aku lampirkan contoh kinerja reksadana saham yang karakternya mirip saham dengan resolusi  2 tahun dan 10 tahun dibandingkan dengan inflasi, deposito dan bunga bank dengan nilai awal 50jt dan penambahan dana 1jt per bulan. Lain kali aku jelasin lebih detail lagi deh mengenai reksadana


Reksadana saham vs deposito 2014-2016
Reksadana saham vs deposito 2014-2016
Reksadana saham vs deposito vs inflasi vs tabungan biasa 2004-2016
Reksadana saham vs deposito vs inflasi vs tabungan biasa 2004-2016
Tanah atau Rumah

Di posisi investasi paling mahal masih diduduki oleh properti, tanah, rumah.. Investasi tanah yang katanya harganya nggak bakal turun, faktor penyebab harga tanah turun paling cuma gara-gara bencana doang macem gempa bumi ato apa gitu..haha… Rumah bisa juga buat investasi karena nilainya bisa saja naik terus, tapi kita harus merawatnya, bayar pajak dll.. disamping itu bisa juga kita sewain sehingga ada passive income..

Investasi-Rumah

Investasi Barang Antik

Mirip dengan emas, cuma kalau emas kan berlaku secara general, mulai dari bocah sampe emak juga tahu emas bisa dijual mahal. Kalo barang antik misal mobil tua, atau lukisan yang paham nilai dari barang tersebut yaa hanya orang-orang didalemnya doang. Konsepnya mirip dengan emas atau properti, yaitu dengan membeli barang yang berpotensi untuk naik terus harganya, mungkin karena nilai antiknya atau karena ketersediannya yang semakin langka.

Macam - Macam Bentuk Investasi

Nah berikut ini adalah Jenis-Jenis dan Macam-Macam Bentuk investasi yang perlu Anda ketahui : 

1. Reksa dana 

Reksadana yaitu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi untuk kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya. Dana itu biasanya disimpan di bank penyimpanan yang disebut dengan bank kustodian. Reksa dana adalah solusi bagi orang yang ingin berinvestasi dalam banyak aset namun memiliki dana yang terbatas. Hal ini dimungkinkan karena dana yang dihimpun dari banyak pihak cukup besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham, obligasi dan instrumen pasar uang sesuai dengan kebijakan dari Manajer Investasi.

Selain itu, reksa dana juga merupakan solusi bagi Anda yang memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan informasi dalam melakukan analisis investasi, serta bagi Anda yang tidak mempunyai cukup waktu untuk mengawasi pergerakan harian saham dan obligasi.

2. Mata uang asing 

Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing ini lebih beresiko dibandingkan dengan investasi lain seperti saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.

3. Properti 

Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah. Keuntungan yang bisa didapat dari properti yaitu, menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa atau menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi.

4. Barang-barang koleksi 

Biasanya barang-barang koleksi berupa perangko, lukisan, barang antik, cincin, keris, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain yang suka kepada barang koleksi tersebut. Jika orang yang kita tawari barang tersebut suka pada barang itu biasanya bisa membeli dengan harga yang cukup tinggi.

5. Saham 

Saham ialah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham di suatu tempat, berarti orang yang memiliki saham sama halnya dengan membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan memperoleh sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham itu juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut dengan capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa diperoleh dari saham ada dua jenis yaitu capital gain dan deviden.

6. Emas 

Emas merupakan barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing dari negara-negara G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki perekonomian yang kuat, seperti Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, dan Perancis). Harga emas akan mengikuti kenaikan nilai mata uang dari negara-negara G-7. Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi pula harga emas. Selain itu harga emas biasanya juga berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.

7. Tabungan di bank 

Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita mengambil uang kapanpun yang diinginkan.

8. Obligasi 

Obligasi atau sertifikat obligasi ialah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan, baik untuk menambah modal perusahaan ataupun membiayai suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding suku bunga deposito. Selain itu seperti saham kepemilikan obligasi bisa juga dijual kepada pihak lain baik dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih rendah daripada ketika membelinya.

9. Deposito di bank 

Deposito di bank merupakan suatu produk deposito yang hampir sama dengan produk tabungan, yang membedakannya di sini adalah dalam melakukan deposito tidak bisa diambil dalam waktu kapan saja sesuai keinginan, kecuali apabila uang tersebut sudah menginap di bank selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua puluh empat bulan, tetapi ada juga yang harian). Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga tabungan. Selama deposito itu belum jatuh tempo, uang pada deposito tersebut tidak akan terpengaruh oleh naik turunnya suku bunga di bank.

10 Developer Property Terbesar di Indonesia

Developer properti terus tumbuh di Indonesia. Ini menandakan bahwa bisnis properti di negeri ini sangat menjanjikan. Dari mulai developer kecil yang hanya mengembangkan lahan sempit dan satu dua unit rumah, hingga developer raksasa yang bermain di kelas apartemen dan kota mandiri. Misalkan saja Grup Ciputra melalui beberapa anak usahanya, PT Ciputra Development Tbk dan PT Ciputra Property Tbk. Bisnis yang mulai dirintis Ir. Ciputra ini makin menggurita mulai dari Jakarta, daerah-daerah lain, hingga luar negeri. 

Lalu siapa saja jagoan-jagoan properti dalam negeri? Berikut 10 Developer Properti Terbesar di Indonesia versi Building and Construction Interchange (BCI) Asia 2012.
Kita mulai dari urutan yang paling bawah :

10. Sinarmas Land
 
Sinarmas Land merupakan grup besar Eka Tjipta yang fokus pada bisnis real estate. Dua anak usaha besar Sinarmas Land adalah Bumi Serpong Damai dan Duta Pertiwi. Sinarmas Land memiliki lebih dari 40 proyek besar. Perseroan juga memiliki lebih dari 10 ribu ha landbank.
 
BSD City dikenal pula sebagai kota mandiri pertama yang berhasil dibangun. Selain itu perseroan menjadi pelopor dalam pengembangan konsep perumahan kluster pada proyek Kota Wisata, Legenda Wisata, Grand Wisata, dan lain-lain). Berbagai pusat komersial dengan brand Trade Center (ITC) di Indonesia juga dimiliki perseroan.

9. PT Summarecon Agung Tbk
 
Perseroan dikenal luas atas keberhasilan beberapa proyeknya, seperti Summarecon Gading dan Summarecon Serpong. Teranyar perseroan fokus pada pengembangan kawasan hunian baru terintegrasi Summarecon Bekasi.
 
Summarecon merupakan pengembang yang menyediakan rumah hunian dan komersial yang dijual. Perseroan juga banyak dipuji karena memiliki manajemen properti yang baik. Beberapa proyek yang sedang diselesaikan perseroan adalah Lotus Lakeside Residence, Maple Residence, Sinpasa Commercial, dan Orchard Square 2.
 
Khusus Bekasi, Summarecon siap membangun Summarecon Mall Bekasi. Mal tiga lantai ini akan menempati lahan seluas 80 ribu m2. Di Bekasi perseroan memiliki luas lahan mencapai 240 ha.

8. PT Paramount Serpong
 
Perusahaan yang satu ini menjadi salah satu pengembang besar di Serpong yang memiliki 550 ha di kawasan strategis di Gading Serpong.
 
Hotel Aston Paramount Serpong, Apartemen Paramount Residences, Apartemen Paramount Skyline, Rumah Sakit Bethsaida, Hotel Fave adalah beberapa proyek yang siap diselesaikan perseroan.
 
Hingga Mei tercatat perseroan membukukan marketing sales Rp 1,3 triliun, dari hasil penjualan apartemen, perumahan serta ruko.

7. PT Pakuwon Jati Tbk
 
Pakuwon Jati merupakan perusahaan properti dengan fokus pengembangan super blok. Proyek perdananya Tunjungan dan Pakuwon City di Surabaya, kemudian menjalar hingga Jakarta. Gandaria City, Kota Kasablanka adalah beberapa diantara proyeknya di ibukota.
 
Perseroan tahun ini membidik pendapatan Rp 1,97 triliun atau naik 33% dari periode sebelumnya. Marketing sales juga diharapkan naik menjadi Rp 1,8 triliun.
 
Khusus pengembangan Kota Kasablanka akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, Juli nanti kami membuka Mal Kota Kasablanka. Selain itu tahun ini PWON melanjutkan pembangunan dua tower apartemen Educity di superblok Pakuwon City, Surabaya Timur.

6. PT Lippo Karawaci Tbk
 
Perusahaan grup keluarga Riyadi ini menjadi salah satu yang terbesar di Jakarta. Banyak mega proyek perseroan yang kini dalam proses penyelesaian, mulai dari St. Moritz hingga Kemang Village.
 
Perseroan mencatat memiliki kapitalisasi pasar Rp 16,4 triliun di Bursa Efek Indonesia. Lippo memiliki ragam bisnis properti, mulai dari divisi usaha Hospitals yang menyumbang pendapatan Rp 402 miliar di triwulan I-2012, serta divisi residential atau township Rp 547 miliar.
 
Lippo juga masih memiliki bisnis Large Scale Integrated Developments, Commercial, serta non core business Asset Management.

5. PT Intiland Development Tbk
 
Intiland menjadi pengembang besar lain dengan beberapa proyek perkantoran, residensial hingga kawasan industri di Ngoro, Surabaya. Selain proyek Intiland Tower, perseroan juga memiliki The Regatta, kondominium tepi pantai mewah di Pluit, Jakarta Utara.
 
Pengembangan kawasan pemukiman utama di Surabaya, Graha Famili telah menjadi salah satu kawasan perumahan paling prestisius. Selain itu, Serenia Hills di Jakarta Selatan dan Graha Natura di Surabaya hadir. 60% dari total rumah Serenia Hillls telah laku terjual. Serenia ditargetkan mampu meraih penjualan Rp1,2 triliun.
 
Proyek South Quarter dan Gandaria Tahap II menjadi yang paling anyar digarap Intiland. South Quarter, di wilayah TB Simatupang dirancang menjadi kawasan bisnis terpadu mulai gedung perkantoran, apartemen, dan fasilitas ritel pendukung. Sementara proyek Gandaria tahap II dilanjutkan usai 1Park Residences hampir terjual habis.

4. Ciputra Group
 
Ciputra menjadi salah satu pengembang besar di Indonesia. Melalui PT Ciputra Development Tbk, grup banyak menghadirkan proyek. Teranyar perseroan segera merampungkan proyek Ciputra World Jakarta I dan II. Segera disusul CWJ ketiga. Tiga proyek ini berada di lokasi strategis, Jalan DR. Satrio.
 
Perseroan hingga April mencatat marketing sales Rp 2,1 triliun. Bulan yang sama Ciputra Development melalui anak usahanya, CTRS meluncurkan 200 unit SOHO sebagai bagian dari fase ke-2 pembangunan Ciputra World Surabaya.
 
Penjualan proyek diatas sudah mencapai 78 unit SOHO. Selain peluncuran ini, CTRA tengah mempersiapkan peluncuran proyek perumahan baru di Pangkalpinang, Pontianak, Pekanbaru, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Medan dan Palu.

3. PT Alam Sutera Realty Tbk
 
Pengembang yang dikenal karena pembangunan kawasan terpadu di Serpong ini menjadi salah satu yang diperhitungkan. Perusahaan berdiri tahun 1993 dengan nama PT Adhihutama Manunggal oleh keluarga Harjanto Tirtohadiguno.
 
Alam Sutera berada di kawasan 700 hektar, dan kini memiliki sejumlah proyek Mall @ Alam Sutera, Silkwood Residences, dan Alam Sutera Office Tower. Perseroan makin dikenal sejak dibukanya akses tol Alam Sutera di km 15 tol Jakarta-Merak, pada tahun 2009 lalu.
 
Proyek Alam Sutera kini telah memiliki 25 kluster, dengan masing-masing terdiri dari 150 hingga 300 unit rumah. Jumlah populasi pun tercatat sekitar 4.500 keluarga. Karena sisa tanah makin minim, proyek kluster baru perseroan masuk kategori menengah atas. Harga rumah per unit Alam Sutera mencapai Rp 3 miliar.

2. PT Agung Sedayu Group
 
Agung Sedayu seakan menjadi pelengkap bisnis properti Agung Podomoro. Agung Sedayu dikenal memiliki proyek residensial atau pengembangan lahan khusus bidang retail, komersial, perumahan dan apartemen.
 
Agung Sedayu awalnya adalah perusahaan keluarga yang kemudian setelah melewati 40 tahun perjalanan, menjadi sebuah perusahaan profesional dengan pedoman nilai utama; Kepercayaan dan Kesempurnaan.
 
Perseroan tercatat memiliki proyek Harco Mangga Dua yang mulai dibangun tahun 1991. Proyek yang dikenal menghadirkan barang-barang elektronik, hingga kini masih bertahan dan menjadi tujuan konsumen Jakarta.
 
Tak berhenti disitu, Agung Sedayu juga membangun Mangga Dua Square serta Kelapa Gading Square. Properti kelas hunian juga dihadirkan seperti Taman Palem yang dibangun diatas tanah sebesar 1500 hektar dan Apartement Seaview yang mewah. Proyek-proyek lain perseroan yang telah berdiri diantaranya; Bukit Golf Mediterania, City Resort Residences, Darmawangsa Square, Tendean Square, Cibubur Country, Green Mansion, Senayan Golf Residence dan banyak lainnya.

1. PT Agung Podomoro Group Tbk (APLN)
 
Perusahaan pimpinan Trihatma K Haliman ini berada di peringkat puncak. Perseroan tercatat memiliki 24 anak usaha dengan proyek yang tersebar di Jakarta, Karawang, Bandung, Bali, Balikpapan dan Makassar.
 
Dalam 10 tahun terakhir ini bahkan perseroan mencatat penyelesaian lebih dari 50 proyek properti. Konsumen yang perseroan bidik adalah menengah, dengan kisaran projek mulai dari low cost apartment hingga high end apartment selatan Jakarta, high end dan neighbourhood mall, shop houses, hotel dan office tower.
 
Teranyar, APLN mengumumkan pembelian 51% saham PT Bali Perkasa Sukses (BPS) senilai Rp 256 miliar. BPS memiliki sekitar 4,5 hektar lahan di Seminyak, Bali yang akan dikembangkan menjadi hotel bintang empat atau lima dengan total maksimal 400 kamar. Perseroan pun mengembangkan super blok di Jakarta, diantaranya Kuningan City dan Podomoro City.